Pendampingan Pembentukan Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMM) di Kelurahan Kadipiro tahun 2014

Dilihat dari perkembangannya, keberadaan KUMKM saat ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti ditunjukkan dari Kebelum-mandirian pelaku KUMKM, Pemberdayaan KUMKM oleh para pihak (pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dll) yang seringkali tidak mendidik, belum mampu memperbaiki kemandirian KUMKM, dan bahkan menciptakan ketergantungan KUMKM kepada bantuan pihak-luar.

Mencermati kondisi KUKM di Kota Surakarta yang belum mengalami peningkatan, pemerintah Kota telah menetapkan kebijakan pengembangan BUMM (Badan Usaha Milik Masyarakat) yang diharapkan akan mampu menggerakkan kegiatan bisnis Koperasi dan UMKM, menjadi lembaga yang terstruktur dan berbadan-hukum. yang dikelola secara professional, dan melakukan permberdayaan SDM dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan BUMM, dilakukan melalui tahapan dan langkah-langkah kegiatan meliputi Identifikasi dan inventarisasi Koperasi dan UMKM potensial ,cluster-cluster bisnis di Kota Solo, Sosialisasi pengembangan BUMM melalui SKPD-terkait, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan se Kota Solo.

Pembentukan BUMM pada cluster-cluster Bisnis di Kota Solo, meliputi: Pemilihan Pendiri yang terdiri dari indiividu/Manajer Koperasi dan Pelaku UMKM yang memiliki kompetensi mengelola bisnis yang professional, Perumusan Draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah-tangga, Fit and Propper Test bagi calon pengelola/Direksi BUMM. Pembuatan Akte Notaris Pembentukan BUMM, Pengurusan ijin-ijin (ijin domisili, SIUP, NPWP, dll), Pelatihan calon pengelola/Direksi.

File Attachment: 

0 Comments

Leave a reply